Sejarah Tentang Grammy Awards Yang Harus Kamu Ketahui

Sejarah Tentang Grammy Awards Yang Harus Kamu Ketahui

Bagi kamu yang merupakan pencinta dunia music, pastinya kamu tahu tentang salah satu acara penghargaan kelas atas yang bergengsi yaitu Grammy Awards bukan?

Grammy Awards sendiri diadakan setiap tahunnya, dan untuk tahun 2021 ini Grammy sudah diadakan pada 14 Maret 2021 di Los Angeles Convention Center.

Acara ini selalu menghadirkan sejarah baru, namun dibalik itu semua penghargaan music ini masih memiliki banyak sekali kontroversi lho didalamnya.

Biduan Queen Bey alias Beyoncé Knowles yang mendapat sembilan nominasi, pulang dengan memenangkan empat penghargaan. Keempatnya di kategori Best R&B Performance untuk single “Black Parade”, kategori Best Music Video untuk tembang “Brown Skin Girl”, serta kategori Best Rap Performance dan Best Rap Song untuk lagu “Savage”.

Tambahan itu membuat Beyoncé punya koleksi 28 Grammy sejak awal berkarier, termasuk tiga di antaranya saat masih tampil sebagai trio di grup Destiny’s Child.

Capaian tersebut membuatnya jadi musisi perempuan dengan koleksi penghargaan terbanyak dalam sejarah Grammy. Ia juga menyamai prestasi Quincy Jones dengan total penghargaan yang sama, serta hanya selisih tiga penghargaan dari komposer legendaris Georg Solti yang masih sebagai pemilik Grammy terbanyak (31 penghargaan).

“Sebagai seniman, saya percaya bahwa adalah tugas kita semua untuk bercermin pada perjalanan waktu dan belakangan ini masa itu adalah masa yang sulit. Seumur hidup saya sudah bekerja keras…(masa ini) sungguh merupakan malam yang magis,” ungkap Beyoncé, dikutip Richmond Free Press, 18 Maret 2021.

Awal mula Grammy ini sebenarnya lahir dari ketidaksengajaan, dimana Henry Schipper dalam Broker Record mengatakan bahwa kelaharian Grammy ini tidak terlepas dari proyek legendaris yang bernama Walk of Fame.

Cerita ini dimulai apda tahun 1955 dimana ketika sebuah komite kecantikan meminta para eksekutif dari lima perusahaan rekaman besar untuk menentukan siapa yang pantas untuk mendapatkan sebuah bintang di Hollywood Walk of Fame.

Walk of Fame yang diinisiasi E.M. Stuart, petinggi Kamar Dagang Hollywood, ingin mempopulerkan Hollywood sebagai kawah candradimuka dunia hiburan dengan mengapresiasi para seniman (perfilman, pertelevisian, musik, dan radio) yang namanya diabadikan dengan simbol bintang perunggu.

Khusus untuk bidang musik, lanjut Schipper, Kamar Dagang Hollywood mempercayakan seleksi itu kepada para bos di lima perusahaan rekaman: Axel Stordahl, Paul Weston dan Doris Day (Columbia Records); Dennis Farnon (RCA Records); Sonny dan Milt Gabler (Decca Records); Lloyd Dunn dan Richard Jones (Capitol Records); dan Jesse Kaye (MGM Records). Kelimanya disertakan Kamar Dagang Hollywood dalam sebuah komite musik.

Komite tersebut pada 1957 bertransformasi menjadi National Academy of Recording Arts and Sciences (kini The Recording Academy). Dalam pertemuan dan tukar pikiran para petinggi lima perusahaan rekaman itu, muncul ide untuk mengadakan anugerah untuk para seniman musik sebagaimana Academy Awards atau Piala Oscar untuk seniman film dan Emmy Awards di industri televisi.

Weston dkk. Lalu membentuk komite-komite di dalam The Recording Academy di berbagai kota selain Los Angeles. Di antaranya di New York, Chicago, dan Memphis. Komite diisi para musisi macam Frank Sinatra, Bing Crosby, dan Nat King Cole.

Ide itu kemudian diejawantahkan dengan proses seleksi nominasi pada 1958. Malam puncaknya digelar pada 1959 dengan disponsori kelima perusahaan rekaman di atas.

Trofinya yang desain dan namanya sudah dipikirkan sejak 1957, kemudian disepakati berupa bentuk gramofon berlapis emas. Gramofon dianggap jadi penemuan paling berpengaruh dalam industri musik. Trofi Grammy yang didesain tim The Recording Academy dibuat berdimensi 18,5 x 8 cm dan pengerjaannya dilakukan di Billing Artworks di Ridgway, Colorado.

“Kami sedang membuat trofinya dan sebuah komite penghargaan juga sedang memikirkan namanya,” ungkap Weston kepada suratkabar The Deseret News edisi 9 Agustus 1957.

Komite itu, sambung suratkabar tersebut, juga sempat berdiskusi alot soal penamaan penghargaannya. Beberapa anggota sempat mengusulkan nama “Eddie Award” yang mengacu pada nama Thomas Alva Edison, penemu gramofon pada 1877. Namun akhirnya disepakati anugerah itu dinamai “Grammy” sebagai kependekan sebutan gramofon.

Trofi akan diperebutkan dalam inagurasi Grammy Award pertama yang digelar pada 4 Mei 1959 di dua tempat sekaligus: pesisir barat di Hotel Hilton di Beverly Hills, California dan pesisir timur di Hotel Sheraton Park, New York. Tak hanya di-cover media cetak dan radio, inagurasinya juga direkam kamera televisi NBC walau belum disiarkan langsung. Siaran live baru dilakukan di puncak penganugerahan Grammy Award ke-13 (1971).

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.